Tumbuh kembang anak dimulai dari tahap bayi sebelum lahir (embrio dan fetus), kemudian tahap bayi pasca dilahirkan (postnatal). Postnatal terdiri atas fase neonatus, fase bayi, masa usia pra sekolah, masa sekolah dan fase remaja. Masa neonatus ialah masa dimana anak berusia (0-28 hari). Masa ini adalah masa saat organ tubuh anak mulai berfungsi. Masa bayi terbagi menjadi dua, yaitu masa bayi dini (1-12 bulan) serta masa bayi akhir (1-2 tahun).

Masa prasekolah merupakan tahapan tumbuh kembang anak di usia 2 sampai 6 tahun. Tahap sekolah ditandai dengan perkembangan intelektual, anak mulai suka bermain dengan kelompok yang jenis kelaminnya sama. Fase selanjutnya adalah fase remaja, dimana akan timbul tanda kelamin sekunder.

Tahapan prasekolah dimulai ketika anak berusia 3 hingga 5 tahun. Pertumbuhan akan berlangsung stabil, perkembangan aktifitas jasmani bertambah serta peningkatan ketrampilan sampai proses berpikir. Pada tahap ini, mulai muncul berbagai macam potensi mereka. Potensi tersebut dirangsang kemudian dikembangkan supaya pribadi anak berkembang secara optimal. Disinilah peran orang tua sangatlah penting, oleh karenanya sangat dianjurkan agar para orang tua selalu mencari bacaan menenai tips parenting yang baik untuk anak usia pra sekolah.

Ciri-Ciri Tumbuh Kembang Anak Prasekolah

Ciri-ciri tumbuh kembang anak usia prasekolah adalah.

–     Ciri fisik

Menggunakan ketrampilan gerak dasar (berjalan, berlari, memanjat serta melompat) sebagai bagian dari cara mereka bermain. Akan bersikap sangat aktif tetapi tidak melakukan aktivitas sendirian.

–     Ciri sosial

Akan memiliki satu sampai dua sahabat, tetapi mudah berganti-ganti sahabat. Timbul keinginan membentuk kelompok bermain, sekalipun dalam jumlah kecil serta tidak terorganisir dengan baik. Kemampuan berkomunikasi anak mulau baik. Ciri lainnya adalah lebih menikmati permainan dalam kehidupan nyata serta saling memberikan arahan pada temannya. Munculnya sikap empati dan simpati terhadap kawannya, menjadi orang yang tidak individualis, bersedia untuk berbagi dan bergiliran dalam bermain.

–     Ciri emosional

Cenderung menunjukkan emosinya secara bebas dan terbuka. Timbulnya sikap marah dan iri hari. Mereka akan sering berebut makanan, minuman sampai perhatian guru di sekolah.

–     Ciri kognitif

Mempunyai ketrampilan dalam berbahasa. Sebagian akan senang berbicara, sebagian lagi akan senang mendengarkan dengan baik. Orangtua seharusnya mulai mengembangkan kompetensi mereka lewat interaksi, kesempatan, minat, mengagumi dan kasih sayang. Anak dapat menangani ide-idenya secara efektif melaui bahasa serta bisa mendeskripsikan suatu konsep yang terkesan abstrak. Misalnya, konsep mereka mengenai waktu menjadi lebih luas. Mereka mampu memahami perbedaan hari, bulan, minggu dan tahun.

Tumbuh kembang anak prasekolah dimulai saat mengenyam bangku taman kanak-kanak (TK). Program prasekolah di Indonesia sebenarnya dibedakan menjadi beberapa kelompok

–      Program tempat penitipan balita (3 sampai 5 tahun).

–      Kelompok bermain (umur 3 tahun)

–      Taman kanak-kanak (4 sampai 6 tahun)

Taman Kanak-Kanak bertujuan untuk memberikan pendidikan agar murid dapat mulai melindungi dirinya sendiri, menghadapi serta memecahkan masalah sendiri dengan bantuan dari guru. Itulah artikel mengenai tahapan tumbuh kembang anak pra sekolah dan ciri khususnya.