TagIMB

Mengenal Lebih Jauh Tentang IMB Dan Proses Perizinannya

Bagi Anda yang bekerja di bidang bumi bangunan tentu sudah tidak asing lagi dengan IMB. Namun untuk masyarakat luas tentu banyak yang belum tahu apa itu IMB. Meski belum di ketahui oleh banyak orang namun nyatanya setiap orang pasti pernah mengurus tentang IMB baik itu IMB rumah maupun IMB tentang bangunan yang lainnya.

Pengertian IMB

IMB adalah singkatan dari Izin Mendirikan Bangunan, meski namanya izin mendirikan sebuah bangunan namun bukan berarti hanya orang yang akan mendirikan bangunan baru saja yang harus mengurus izin ini namun bagi Anda yang ingin merenovasi rumah Anda maka Anda wajib mengurus IMB. Hal ini bertujuan untuk mengatur tata letak bangunan yang Anda miliki.

Sehingga bagi Anda yang ingin membangun rumah baru ataupun akan merenovasi rumah yang sudah Anda miliki maka ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu tentang IMB dari bangunan tersebut. Jadi pada saat bangunan sudah jadi maka bangunan tersebut tidak melanggar aturan IMB yang ada sehingga harus di gusur.

3 Hal Penting Tentang IMB

Tidak hanya pengertian IMB saja yang harus Anda ketahui namun 3 hal penting tentang IMB berikut ini harus Anda pelajari. Diantaranya adalah:

1. Ketika Anda ingin merenovasi bagian rumah tanpa membangun bangunan yang baru dan hanya memperindah saja maka Anda tidak memerlukan pembaruan IMB ke Badan Negara. Contoh merenovasi ini adalah seperti mengecat rumah atau memperbaiki bagian rumah yang sudah rusak ataupun yang sudah tua. Namun tidak ada bangunan baru yang Anda bangun.

2. Hal selanjutnya yang harus Anda ketahui adalah Anda tidak perlu mengurus IMB yang baru jika bangunan yang akan Anda buat terletak di belakang dari bangunan utama. Sebab dalam izin mendirikan bangunan yang di hitung hanya bangunan utama yang tampak depan saja bukan bangunan baru yang ada di belakang bangunan utama yang Anda miliki.

3. Sedangkan sebuah rumah yang di lengkapi dengan ruang bawah tanah ataupun garasi yang terletak di samping rumah maka hal ini juga tidak memerlukan izin IMB khusus. Karena kedua ruangan ini di anggap sebagai bagian dari ruangan yang ada di rumah utama hanya saja beda peletakan. Sehingga Anda hanya perlu mengurus IMB untuk bangunan utama rumah saja.

Jadi bisa di ambil kesimpulan jika Anda hanya perlu mengurus izin mendirikan bangunan untuk bangunan yang baru dan bisa di bilang ukurannya cukup besar seperti sebuah rumah. Jika yang Anda bangun hanya lah bangunan biasa dan tidak begitu besar serta masih menyambung pada bangunan utama maka Anda tidak perlu mengurus IMBnya.

Cara Mengurus Izin Mendirikan Bangunan (IMB)

Untuk cara pengurusan izin mendirikan bangunan atau IMB di bagi menjadi dua cara, yaitu cara manual dan cara online. Jika Anda menggunakan cara manual maka Anda harus mengurus IMB ke Badan Negara yang berwenang. Biasanya ada beberapa dokumen yang harus Anda urus terlebih dahulu sebelum mendapatkan izin mendirikan bangunan.

Sedangkan jika Anda mengurus IMB secara online maka Anda tidak perlu menunggu dalam antrian panjang seperti cara pengurusan manual. Namun bagi Anda yang ingin mengurus izin mendirikan bangunan namun Anda tidak memiliki waktu maka Anda bisa menggunakan jasa perizinan satu ini maupun yang ini. Karena kedua jasa ini akan membantu Anda mendapatkan IMB bangunan dengan mudah tanpa harus antri.

Pengertian Dan Pentingnya Mempunyai IMB

Pengertian Dan Pentingnya Mempunyai IMB  – Makna atau pengertian izin bangunan adalah produk hukum yang memuat perjanjian atau izin yang dikeluarkan oleh kepala daerah (pemerintah kabupaten / kota) dan harus dimiliki / dikelola oleh pemilik bangunan yang ingin membangun, menghancurkan, menambah / mengurangi area, atau merenovasi bangunan.

Keberadaan izin bangunan (IMB) dalam sebuah bangunan sangat penting, karena bertujuan untuk menciptakan tata letak bangunan yang aman dan sesuai dengan peruntukan lahan. Bahkan keberadaan IMB juga sangat dibutuhkan ketika ada transaksi jual beli rumah. Pemilik rumah yang tidak memiliki IMB akan didenda 10 persen dari nilai bangunan, rumah juga bisa dihancurkan. Bila anda mencari jasa perizinan bangunan yang cepat dan profesional serahkan saja kepada jasaperizinan.id

Nah, bagi Anda yang masih bingung tentang bagaimana cara mengurus IMB, berikut beberapa istilah tempat tinggal dan tempat tinggal non-hidup.

Persyaratan / Syarat IMB Rumah Tinggal

Sebelum melaksanakan proses pembuatan IMB, setiap pemohon diminta untuk melengkapi beberapa persyaratan IMB, termasuk fotokopi identitas pemilik, salinan SPPT dan Bukti Pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan dalam Tahun Berjalan, salinan tanah surat kepemilikan, surat kuasa (jika berwenang), surat pernyataan kepemilikan tanah.

Alur Pengajuan IMB Rumah Tinggal

Bagi Anda yang memiliki rumah di bawah 500 meter persegi, mengurus IMB, Anda dapat pergi ke kecamatan di konter Layanan Terpadu Satu Pintu PTSP, setelah itu Anda dapat segera mengisi formulir untuk menyerahkan tanah pengukuran. Satu minggu kemudian petugas akan datang ke rumah Anda dan mengukur dan membuat gambar denah rumah Anda, setelah gambar yang sudah selesai dapat digunakan sebagai cetak biru untuk IMB.

Lama Proses Pembuatan IMB Rumah Tinggal  

Setelah gambar denah selesai, baru proses pengajuan IMB bisa dilaksanakan, jangka waktu lama pembuatan IMB sendiri bisa memakan waktu 15 hari kerja.

Biaya Pengurusan IMB Rumah Tinggal     

Biaya pengurusan IMB sendiri dihitung berdasarkan luasan rumah tersebut, yakni per meter persegi dikenakan biaya Rp 2.500.

Persyaratan / Syarat IMB Bangunan Umum (Non Rumah Tinggal s/d 8 lantai)

Untuk membuat IMB Bangunan Umum Non Rumah Tinggal (s/d 8 lantai) pemohon harus melengkapi beberapa syarat mengurus IMB berupa :

  • Formulir permohonan IMB
  • Surat pernyataan tidak sengketa (bermaterai)
  • Surat Kuasa (jika dikuasakan)
  • KTP dan NPWP ( pemohon dan/yang dikuasakan)
  • Surat Pernyataan Keabsahan dan Kebenaran Dokumen
  • Bukti Pembayaran PBB
  • Akta Pendirian (Jika pemohon atas nama perusahaan/badan/yayasan)
  • Bukti kepemilikan tanah (surat tanah)
  • Ketetapan Rencana Kota (KRK)/RTLB
  • SIPPT (untuk luas tanah > 5.000 m2)
  • Gambar rancangan arsitektur (terdiri atas gambar situasi, denah, tampak, potongan, sumur resapan) direncanakan oleh  arsitek yang memiliki IPTB, diberi notasi GSB, GSJ dan batas tanah)
  • Gambar konstruksi serta perhitungan konstruksi dan laporan penyelidikan tanah (direncanakan oleh perencana konstruksi yang memiliki IPTB)
  • Gambar Instalasi (LAK/LAL/SDP/TDP/TUG)
  • IPTB (Izin Pelaku Teknis Bangunan) arsitektur, konstruksi dan instalasi ( legalisir asli )
  • IMB lama dan lampirannya (untuk permohonan merubah/menambah bangunan)

Tahap Pengajuan IMB Bangunan Umum (Non Rumah Tinggal s/d 8 lantai)

Pertama pemohon datang ke loket Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) kota Administrasi dimana Anda tinggal, kemudian mengisi formulir yang diajukan, setelah itu menyerahkan syarat-syarat atau dokumen yang dibawa, kemudian berkas akan diteliti dan akan di survey ke lokasi.

Setelah di survey kemudian petugas akan menghitung besaran retribusi atau biaya yang harus dikeluarkan oleh pemohon, kemudian pemohon membayar retribusi yang ditetapkan di bank DKI dan meminta bukti pembayaran dan kemudian menyerahkannya ke loket PTSP kota Administrasi. Setelah itu baru IMB dapat diambil oleh pemohon.

Biaya Membuat IMB Bangunan Umum Non Rumah Tinggal (8 Lantai)

Untuk biayanya membuat IMB Bangunan Umum Non Rumah tinggal sendiri disesuaikan dengan Perda No 1 tahun 2015 dengan berdasarkan luas bangunan x indek bangungan x harga satuan retribusi.

Lama Proses Pembuatan IMB Bangunan Umum Non Rumah Tinggal (8 Lantai)

Lama pembuatan IMB sendiri adalah 25 hari kerja, sejak dokumen teknis disetujui. Jika sudah jadi IMB bisa langsung diambil di loket PTSP Kota Administrasi setempat. Di sembarang tempat belum tentu secepat itu . Anda dapat menggunakan  jasaperizinan.id yang sudah berpengalaman mengurus perizinan bangunan.

 

Syarat IMB Bangunan Umum (Non Rumah Tinggal) 9 lantai lebih

Hampir sama seperti syarat-syarat membuat IMB Bangunan Umum untuk non rumah (s/d 8 lantai), untuk bangunan setinggi sembilan lantai lebih pun, harus memeuhi beberapa persyaratan di bawah ini :

  • Formulir Pendaftaran IMB
  • Fotokopi KTP dan NPWP Pemohon
  • Fotokopi Sertifikat Tanah, yang telah dilegalisir Notaris,
  • Fotokopi PBB Tahun terakhir
  • Menyertakan Ketetapan Rencana Kota (KRK)  dan Rencana Tata Letak Bangunan (RTLB/ Blokplan) dari BPTSP
  • Mencantumkan fotokopi Surat Izin Penunjukkan Penggunaan Tanah  (SIPPT) dari Gubernur, apabila luas tanah daerah perencanaan 5.000 M2 atau lebih.
  • Gambar rancangan arsitektur (terdiri atas gambar situasi, denah, tampak, potongan, sumur resapan) direncanakan oleh  arsitek yang memiliki IPTB, diberi notasi GSB, GSJ dan batas tanah)
  • Rekomendasi hasil persetujuan Tim Penasehat Arsitektur Kota (TPAK), apabila luas bangunan 9 Lantai atau lebih,
  • Hasil Penyelidikan Tanah yang dibuat oleh Konsultan,
  • Persetujuan Hasil Sidang TPKB, apabila ketinggian bangunan 9 lantai atau lebih dan atau bangunan dengan basement lebih dari 1 lantai, atau bangunan dengan struktur khusus.
  • Gambar Instalasi (LAK/LAL/SDP/TDP/TUG)
  • Rekomendasi UKL/UPL dari BPLHD apabila luas bangunan 2.000 sampai dengan 10.000 M2, atau Rekomendasi AMDAL apabila luas bangunan lebih dari 10.000 M2.
  • Surat Penunjukan Pemborong dan Direksi Pengawas Pelaksanaan Bangunan dari Pemilik Bangunan.
  • Surat Kuasa (jika dikuasakan)

© 2019 Ops Tina RogatIca

Theme by Anders NorénUp ↑