rumput laut adalah salah satu umpan paling menentukan untuk memancing ikan. Nyalakan Nila, Mujaer, Wader, Grasscarp dan banyak spesies ikan lainnya tidak akan bisa mengelak saat berhadapan langsung dengan umpan lumut yang tumbuh di laut.

Tentu saja, lumut merupakan makanan alami dari berbagai jenis ikan air tawar dan ikan air asin. Tidak hanya bisa ditemukan di perairan air tawar, tapi lumut juga bisa ditemukan di daerah laut / pesisir.

Badai laut paling penting menciptakan peluang mogok bagi ikan nila. Bagi Pemancing pecinta ikan nila, lumut lumut tentunya merupakan senjata penting untuk rasa ngomset enak. Untuk mendapatkan ini sangat mudah, lumut umum tumbuh dan hidup di sawah, waduk, sungai, muara dan bahkan di pantai. Beberapa Pemancing yang sudah terbiasa dengan karakter makan ikan Nila biasanya lebih suka lumut yang tumbuh di air asin, seperti di batuan karang, kapal penangkap bambu, kapal Pemancing bambu dan bahkan kapal Pemancing.

Apa yang membuat lumut laut lebih kuat dari pada lumut air tawar? Untuk mempelajari lebih lanjut tentang keunggulan lumut laut daripada lumut air tawar, kali ini akan dibantu oleh penggila ikan Nila, provinsi Lampung, bernama Bang Hans, yang memiliki 23 tahun malang melintang leher Nila.

Menurut Hans Bang, keuntungan dari lumut laut daripada lumut air tawar adalah bila dilihat dari istilah di mana lumut tumbuh. Kualitas lumayan dan sehat tentunya merupakan idola makanan, yaitu Nila. Lumut sehat yang dimaksud adalah lumut yang tumbuh di air yang mengalir dan bergerak terus menerus yang terkena sinar matahari langsung seperti di pantai.

Lumut yang tumbuh di pantai akan selalu terkena sinar matahari dan korosi gelombang ini memiliki tekstur gantung yang panjang dan kasar, dan termasuk dalam kategori lumut yang sehat. Karakter yang menjuntai juga memudahkan Pemancing untuk meletakkannya di hook.

Tanda lumut sehat lainnya adalah warna hijau muda yang dimilikinya. Ini karena lumut laut mengandung lebih banyak kandungan air tawar yang menghasilkan rasa payau. Di luar garis pantai, daerah seperti muara juga menjadi habitat tumbuh bagi lumut sehat.

Perlu dipahami, meski lumut laut lebih efektif memancing ikan Nila daripada lumut air tawar, namun belum tentu juga lumut laut tidak memiliki kelemahan. Kelemahannya berarti daya tahan dan daya tahan lumut laut itu sendiri. Menurut Bang Hans, keefektifan efektivitas lumut hanya berlangsung maksimal 1 hari atau sekitar 10 jam.

Mawar laut yang kita tarik dari laut, kapal Pemancing dan muara yang direndam dengan air biasanya terurai dengan tekstur khas yang menyilaukan, usia warna dan memancarkan bau tak sedap saat kita menggunakan keesokan harinya. Hal ini berdampak pada minimnya ketertarikan ikan nila untuk makan lumut busuk dan usang.

Perhatikan waktu untuk memancing dan makan berjam-jam ikan. Karakter makan nila yang akan memakan lumut di pagi hari, siang, malam dan bahkan di malam hari memang naluri ikan lapar dan perlu mencari makanan. Namun, menurut pengalaman Bang Hans, ikan Nila cenderung makan lumut di sore hari sebelum matahari terbenam. Ini hanya berlaku untuk Nila yang tinggal di habitat liar karena Nila dibudidayakan dengan sengaja, seperti misalnya di kolam renang mereka cenderung tidak menelan makan lumut karena mereka terbiasa memberi makan pelet.

Agar lebih tepat, Bang Hans juga merekomendasikan menambahkan bubuk vanili ke lumut. Komposisi serbuk vanilla biasa Bang Hans menerapkan 1 paket untuk 1 liter air pemisah lumut.

Pemancing, beritahu saya bahwa nila muda selalu tinggal di kawanan. Jam makan indigo – nila muda ini biasanya bergantung pada kebiasaan alami. Saat matahari panas, matahari ini akan merangsang pertumbuhan lumut di sekitar habitat serta habitat lumut.

Dan ini akan memuncak sampai matahari terbenam, dimana gerombolan ikan Nila akan keluar untuk makan nila segar (sehat dan segar), kesempatan dalam makanan ini yang harus kita gunakan untuk memancing. Dalam literatur, ikan Nila akan muntah semacam cairan dari mulut dan kotoran setelah makan lumut. Cairan inilah yang akhirnya memicu pertumbuhan lumut keesokan harinya.

Nah, pemancing, semoga artikel di atas bisa menjadi panduan untuk memahami karakteristik lumut laut. Tanaman air yang bisa hampir setiap hari, kita lihat dan tumbuh di sekitar kita, namun memiliki kelebihan dibanding umpan ikan nila lainnya.

Source : Joran Pancing